Cerpen: Dirimu Abadi

Dirimu Abadi
Oleh : Asmi Tiovi Lasmatia Syariani

Cerpen Cinta Abadi
“Diri ini tak pernah bisa mengerti mengapa harus begini jalannya. Saat waktu tak lagi jadi penghalang, saat restu bukanlah rintangan, tapi 1 hal yang tidak pernah terpikir akan terjadi. Tapi tenanglah, tak akan ada yang bisa menghapusmu…!!!”

“Cheese!” *jepret
Adinda Karenia & Indra Mahardika! Ku sisipkan nama kami berdua di foto itu beserta latar yang kupilih berwarna biru muda karena aku sangat menyukai warna itu. Sungguh lucu gaya yang kami tampilkan saat berfoto di photobox tadi. Setelah selesai, kami membayar dan melanjutkan perjalanan kami di salah satu mall ternama di kotaku. Kuamati foto itu sebentar lalu ku berikan satu untuknya dan satu untuk ku simpan di dalam dompetku.
Setiap weekend aku dan Indra selalu menyempatkan jalan bersama untuk sekedar nonton atau cuma muter-muter gak jelas di dalam mall, karena kalo bukan weekend kami cuma ketemuan atau ngobrol di rumah aja. Yaa paling tidak untuk melepas stress dan mempererat hubungan kami. Aku dan Indra sudah dua tahun pacaran. Bisa dibilang jalan 3 tahun. Kami berpacaran sejak kelas 1 dan sekarang kami sudah kelas 3 SMA. Baca lebih lanjut

Cerpen: MY YOUNG STEP FATHER?

MY YOUNG STEP FATHER?

oleh Putri Permatasari
Cerpen Romantis
Donna muncul ke permukaan kolam renang dengan anggun. Tungkai kakinya yang panjang dan langsing diayunkannya untuk menaiki tangga kolam. Ia mengambil handuk kimononya di kursi dan memakainya, lalu menyisir rambutnya yang lurus panjang dengan jemarinya yang lentik. Saat akan mengambil crush lemon lime, Donna baru menyadari keberadaan seseorang.
“Rafdy.” Donna melangkah mundur, ia menyipitkan matanya. Ia memandangi pria di hadapannya dengan dingin. Diangkatnya wajahnya. “Ibu tidak ada, percuma kau kemari.” Baca lebih lanjut

Cerpen: Kenangan Yang Hilang

Kenangan Yang Hilang

Oleh : Natania Prima Nastiti

Cerpen Kenangan
 

Hujan turun saat aku sampai di Bandara Soekarno Hatta. Aku duduk di kursi tunggu, menunggu Papa menjemputku. Sekitar sejam lebih aku menunggu. Aku juga tampak bosan. Akhirnya kuputuskan untuk berjalan keliling Bandara. Saat akan berdiri, tiba-tiba ada yang memegang pundakku. Aku langsung berbalik badan. Kulihat lelaki seumuran denganku tersenyum ramah kepadaku. “Mbak Vega ya?” tanyanya ramah. Kemudian aku mengangguk menjawab pertanyaan itu. “Saya supirnya Pak Broto, maaf lama menunggu, Jakarta macet, Mbak. Mari saya anter ke mobil” ucapnya lagi. Kemudian lelaki itu berjalan duluan kearah parkiran diikuti denganku. Baca lebih lanjut

Cerpen: MUNGKIN CINTA MATI

MUNGKIN CINTA MATI

oleh: Marlia Andriani

 

Cerpen Cinta Mati

Cewe aneh itu mengintip dari balik bukunya di bangku taman sekolah yang menghadap ke lapang basket. seseorang yang bermain di lapang basket itu bermain sangat cantik. para wanita memujanya dengan meneriakkan namanya. tiba-tiba

“hayyooow” tak ada jawaban. lalu ernes melihat ke arah lapang basket itu.

“hmm, ryan lagi. gak ada bosennya ya elu ngeliatin dia. tiap hari ketemu juga”

“yee, biarin dong. dia kan pacar gue. lo kenapa ? sirik ?” Baca lebih lanjut

Cerpen: LITTLE AGATHA

LITTLE AGATHA

oleh: Efih Sudini Afrilya
Cerpen Cinta
Puisikekasih.wordpress.com

 “Agatha bukan cewek populer! Agatha gak cantik! Agatha juga gak putih! Tapi kenapa Fathan mempertahankan hubungan dengan Agatha?” Ungkap Agatha membelakangiku. Aku tahu, Agatha sedang menangis dan dia tidak ingin aku melihat butiran-butiran air mata yang menetes dari ujung matanya.

Ini semua salahku. Jika aku tidak ikut-ikutan merayakan kemenangan Tim Basket ku. Agatha tidak akan menunggu ku hingga larut malam di Taman. Agatha tidak akan meminta putus dariku dan dia tidak akan menangis seperti ini.

Jujur, dibanding Agatha, cewek-cewek yang mengidolakanku jauh lebih cantik. Meskipun tubuh Agatha mungil, kulitnya tak putih, tapi buatku Agatha sangat manis. Matanya yang bulat selalu memancarkan kebahagiaan, kepolosannya membuatku nyaman dan tidak meragukannya lagi, tingkahnya yang manja membuatku selalu ingin menjaganya. Baca lebih lanjut

Puisi: UNTUK YANG TERINDAH

UNTUK YANG TERINDAH

oleh : Galih Arief Exoria

 

Masih bersama-sama kamu, ,

Tiap langkah,yang kau sebutkan namanya

Itu-pun tak sekalinya,

Untuk kau sadari,aku selalu ada dalam harimu

Hendaknya aku coba renungkan,

Perkataamu barusan

Malam ini,pertanggal 18-10-12

Kata bijak,terlontar dilidahmu,

Bagaimana aku dapat memahami,

Detail makna yang terkandungnya.

 

Mungkin aku telah memutuskan,

Dalam tengkorakku, sebelum

Kucondongkan rupaku dalam hatimu

Dan dengan sedikit kalimat,

Berusaha sedikit membuka hatimu,

Aku merindu,aku sayang kamu

 

#Tak pernah seyakin ini aku mencintai sosok wanita.

#Tak pernah seyakin ini,tak akan ada penggantinya

#Tak pernah seyakin ini, , ,

Puisi: Mungkin Ini Akhir ?

Mungkin Ini Akhir ?

Oleh : Galih Arief  Exoria

 

Diujung lidahku,

cinta kini bersemayam

Tak ada pertanyaan

Kapan akan hilang

Namun terkadang

Celotehan keluar

Tak sesuai yang kita prediksikan

 

Disana,

Rindu masih setia menunggu

Meski sebenarnya ia tahu

Cinta tak akan jatuh dan kaku

 

Diatas langit,

selalu tatapannya kesini

melihat lebam sebrang nadi

merasuk lebih kedalam sanubari

indah bagai pelangi

 

Disini,

Beri aku tangan

kan ku genggam sebagai tadah

untuk muntahan cinta diujung lidah

yangkan jatuh dan pecah.